View AllWISATA

Thursday, February 16, 2017

Putri Kaca Mayang - Asal Mula Berdirinya Pekanbaru

Riau Berbagi - Alkisah, pada zaman dahulu kala, di tepi Sungai Siak berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Gasib. Kerajaan ini sangat terkenal, karena mempunyai seorang panglima yang gagah perkasa dan disegani, Panglima Gimpam namanya.



Selama ia menjadi penglima Kerajaan Gasib, tiada satu pun kerajaan lain yang dapat menaklukkannya. Selain itu, Kerajaan Gasib juga mempunyai seorang putri yang kecantikannya sudah masyhur sampai ke berbagai negeri, Putri Kaca Mayang namanya.

Meskipun demikian, tak seorang raja pun yang berani meminangnya. Mereka merasa segan meminang sang Putri, karena Raja Gasib terkenal mempunyai Panglima Gimpam yang gagah berani itu.

Pada suatu hari, Raja Aceh memberanikan dirinya meminang Putri Kaca Mayang. Ia pun mengutus dua orang panglimanya untuk menyampaikan maksud pinangannya kepada Raja Gasib. Sesampainya di hadapan Raja Gasib, kedua panglima itu kemudian menyampaikan maksud kedatangan mereka.

“Ampun, Baginda! Kami adalah utusan Raja Aceh. Maksud kedatangan kami adalah untuk menyampaikan pinangan raja kami,” lapor seorang utusan. “Benar, Baginda! Raja kami bermaksud meminang Putri Baginda yang bernama Putri Kaca Mayang,” tambah utusan yang satunya.

“Maaf, Utusan! Putriku belum bersedia untuk menikah. Sampaikan permohonan maaf kami kepada raja kalian,” jawab Raja Gasib dengan penuh wibawa. Mendengar jawaban itu, kedua utusan tersebut bergegas kembali ke Aceh dengan perasaan kesal dan kecewa.

Di hadapan Raja Aceh, kedua utusan itu melaporkan tentang penolakan Raja Gasib. Raja Aceh sangat kecewa dan merasa terhina mendengar laporan itu. Ia sangat marah dan berniat untuk menyerang Kerajaan Gasib.

Sementara itu, Raja Gasib telah mempersiapkan pasukan perang kerajaan untuk menghadapi serangan yang mungkin terjadi, karena ia sangat mengenal sifat Raja Aceh yang angkuh itu. Panglima Gimpam memimpin penjagaan di Kuala Gasib, yaitu daerah di sekitar Sungai Siak.

Rupanya segala persiapan Kerajaan Gasib diketahui oleh Kerajaan Aceh. Melalui seorang mata-matanya, Raja Aceh mengetahui Panglima Gimpam yang gagah perkasa itu berada di Kuala Gasib.

Oleh sebab itu, Raja Aceh dan pasukannya mencari jalan lain untuk masuk ke negeri Gasib. Maka dibujuknya seorang penduduk Gasib menjadi penunjuk jalan.

“Hai, orang muda! Apakah kamu penduduk negeri ini?, tanya pengawal Raja Aceh kepada seorang penduduk Gasib. “Benar, Tuan!” jawab pemuda itu singkat. “Jika begitu, tunjukkan kepada kami jalan darat menuju negeri Gasib!” desak pengawal itu.

Karena mengetahui pasukan yang dilengkapi dengan senjata itu akan menyerang negeri Gasib, pemuda itu menolak untuk menunjukkan mereka jalan menuju ke Gasib. Ia tidak ingin menghianati negerinya. “Maaf, Tuan! Sebenarnya saya tidak tahu seluk-beluk negeri ini,” jawab pemuda itu.

Merasa dibohongi, pengawal Raja Aceh tiba-tiba menghajar pemuda itu hingga babak belur. Karena tidak tahan dengan siksaan yang diterimanya, pemuda itu terpaksa memberi petunjuk jalan darat menuju ke arah Gasib.

Berkat petunjuk pemuda itu, maka sampailah prajurit Aceh di negeri Gasib tanpa sepengetahuan Panglima Gimpam dan anak buahnya. Pada saat prajurit Aceh memasuki negeri Gasib, mereka mulai menyerang penduduk.

Raja Gasib yang sedang bercengkerama dengan keluarga istana tidak mengetahui jika musuhnya telah memporak-porandakan kampung dan penduduknya. Ketika prajurit Aceh menyerbu halaman istana, barulah Raja Gasib sadar, namun perintah untuk melawan sudah terlambat.

Semua pengawal yang tidak sempat mengadakan perlawanan telah tewas di ujung rencong (senjata khas Aceh) prajurit Aceh. Dalam sekejap, istana berhasil dikuasai oleh prajurit Aceh. Raja Gasib tidak dapat berbuat apa-apa.

Ia hanya bisa menyaksikan para pengawalnya tewas satu-persatu dibantai oleh prajurit Aceh. Putri Kaca Mayang yang cantik jelita itu pun berhasil mereka bawa lari.

Panglima Gimpam yang mendapat laporan bahwa istana telah dikuasai prajurit Aceh, ia bersama pasukannya segera kembali ke istana. Ia melihat mayat-mayat bergelimpangan bersimbah darah.

Panglima Gimpam sangat marah dan bersumpah untuk membalas kekalahan Kerajaan Gasib dan berjanji akan membawa kembali Putri Kaca Mayang ke istana.

Pada saat itu pula Panglima Gimpam berangkat ke Aceh untuk menunaikan sumpahnya. Dengan kesaktiannya, tak berapa lama sampailah Panglima Gimpam di Aceh. Prajurit Aceh telah mempersiapkan diri menyambut kedatangannya.

Mereka telah menyiapkan dua ekor gajah yang besar untuk menghadang Panglima Gimpam di gerbang istana. Ketika Panglima Gimpam tiba di gerbang istana, ia melompat ke punggung gajah besar itu. Dengan kesaktian dan keberaniannya, dibawanya kedua gajah yang telah dijinakkan itu ke istana untuk diserahkan kepada Raja Aceh.

Raja Aceh sangat terkejut dan takjub melihat keberanian dan kesaktian Panglima Gimpam menjinakkan gajah yang telah dipersiapkan untuk membunuhnya. Akhirnya Raja Aceh mengakui kesaktian Panglima Gimpam dan diserahkannya Putri Kaca Mayang untuk dibawa kembali ke istana Gasib.

Setelah itu, Panglima Gimpam segera membawa Putri Kaca Mayang yang sedang sakit itu ke Gasib. Dalam perjalanan pulang, penyakit sang Putri semakin parah. Angin yang begitu kencang membuat sang Putri susah untuk bernapas.


 Source : riauviral.com
Sesampainya di Sungai Kuantan, Putri Kaca Mayang meminta kepada Panglima Gimpam untuk berhenti sejenak. “Panglima! Aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini. Tolong sampaikan salam dan permohonan maafku kepada keluargaku di istina Gasib,” ucap sang Putri dengan suara serak.

Belum sempat Panglima Gimpam berkata apa-apa, sang Putri pun menghembuskan nafas terakhirnya. Panglima Gimpam merasa bersalah sekali, karena ia tidak berhasil membawa sang Putri ke istana dalam keadaan hidup.

Dengan diliputi rasa duka yang mendalam, Panglima Gimpam melanjutkan perjalanannya dengan membawa jenazah Putri Kaca Mayang ke hadapan Raja Gasib.

Sesampainya di istana Gasib, kedatangan Panglima Gimpam yang membawa jenazah sang Putri itu disambut oleh keluarga istana dengan perasaan sedih. Seluruh istana dan penduduk negeri Gasib ikut berkabung. Tanpa menunggu lama-lama, jenazah Putri Kaca Mayang segera dimakamkan di Gasib.

Sejak kehilangan putrinya, Raja Gasib sangat sedih dan kesepian. Semakin hari kesedihan Raja Gasib semakin dalam. Untuk menghilangkan bayangan putri yang amat dicintainya itu, Raja Gasib memutuskan untuk meninggalkan istana dan menyepi ke Gunung Ledang, Malaka.

Untuk sementara waktu, pemerintahan kerajaan Gasib dipegang oleh Panglima Gimpam. Namun, tak berapa lama, Panglima Gimpam pun berniat untuk meninggalkan kerajaan itu.

Sifatnya yang setia, membuat Panglima Gimpam tidak ingin menikmati kesenangan di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Ia pun tidak mau mengambil milik orang lain walaupun kesempatan itu ada di depannya.

Akhirnya, atas kehendaknya sendiri, Panglima Gimpam berangkat meninggalkan Gasib dan membuka sebuah perkampungan baru, yang dinamakan Pekanbaru. Hingga kini, nama itu dipakai untuk menyebut nama ibukota Provinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru.

Sementara, makam Panglima Gimpam masih dapat kita saksikan di Hulu Sail, sekitar 20 km dari kota Pekanbaru.

-------------------

Cerita rakyat di atas tidak hanya mengandung nilai-nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai moral tersebut adalah sifat setia dan tidak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Kedua sifat tersebut tercermin pada sifat Panglima Gimpam. Kesetiaan Panglima Gimpam ditunjukkan pada sifatnya yang tidak mau bersenang-senang di atas penderitaan rajanya, Raja Gasib.

Ia tidak mau menikmati segala kesenangan dan kemewahan yang ada dalam istana, sementara rajanya hidup menderita dan dirundung perasaan sedih, karena ditinggal mati oleh putri tercintanya.

Di samping itu, Panglima Gimpam juga merasa bahwa ia tidak berhak untuk menikmati segala kemewahan itu, karena bukan hak miliknya.

Dalam kehidupan orang Melayu, hak dan milik, baik dimiliki pribadi, masyarakat, atau penguasa sangatlah dijunjung tinggi.

Orang tua-tua Melayu mengatakan, “yang hak berpunya, yang milik bertuan.”

Dalam ungkapan adat juga disebutkan, “hak orang kita pandang, milik orang kita kenang, pusaka orang kita sandang,” yang maksudnya adalah hak dan milik orang wajib dipandang, dikenang, dipelihara, dihormati, dan dijunjung tinggi.

Merampas dan menguasai hak milik orang secara tidak halal atau tidak sah, oleh orang tua-tua Melayu dianggap sebagai perbuatan terkutuk dan diyakini akan dilaknat oleh Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan ungkapan adat Melayu yang mengatakan:

apa tanda orang terkutuk,
mengambil milik orang lain ia kemaruk

apa tanda orang celaka,
mengambil hak orang lain semena-mena

Orang tua-tua Melayu juga senantiasa mengingatkan kepada anak kemenakan ataupun anggota masyarakatnya, agar tidak menuruti hawa nafsu, menjauhkan sifat loba dan tamak terhadap harta.

Kalaupun memiliki harta benda, hendaknya dipelihara dengan baik dan benar supaya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di dunia dan di akhirat.

Tennas Effendy dalam bukunya “Tunjuk Ajar Melayu” banyak menyebutkan tentang kemuliaan memelihara dan memanfaatkan hak milik, baik dalam bentuk ungkapan, syair, maupun pantun.

Dalam bentuk ungkapan di antarnya:

apa tanda Melayu jati,
hak miliknya ia cermati
hak milik orang lain ia hormati
 
apa tanda Melayu jati,
memanfaatkan hak milik berhati-hati
   
apa tanda Melayu bertuah,
hak milik orang ia pelihara
hak milik diri ia jaga
hak milik bersama ia bela

Dalam untaian syair dikatakan:

wahai ananda bunda berpesan,
harta orang engkau haramkan
milik orang engkau peliharakan
hak orang engkau muliakan

Dalam untaian pantun juga dikatakan:

buah barangan masak setangkai
patah tangkai jatuh ke tanah
harta orang jangan kau pakai
salah memakai masuk pelimbah

Sumber :
- Diringkas dari Puteri Kaca Mayang: Asal-Mula Kota Pekanbaru. Yogyakarta: AdiCita Karya Nusa.
- Effendy, Tenas. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa.
- 1994. “Ejekan” Terhadap Orang Melayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau. Pekanbaru: Bappeda Tingkat I Riau.
- http://ceritarakyatnusantara.com/32-puteri-kaca-mayang-asal-mula-kota-pekanbaru
- Indonesian Community. Sejarah Berdirinya Kota Pekanbaru. 
(http://indonesiancommunity.multiply.com/journal, diakses tanggal 16 September 2007).
Anonim. Profil Kabupaten/Kota: Kota Pekanbaru Riau. (http://ciptakarya.pu.go.id, diakses tanggal 16 September 2007).
- Pemerintah Kota Pekanbaru. Profil Kota Pekanbaru. (http://www.pekanbaru.go.id, diakses tanggal 16 September 2007)

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Muasal Kota Dumai

Riau Berbagi - Konon, pada zaman dahulu kala, di daerah Dumai berdiri sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan, yang dikenal dengan Putri Tujuh.



Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.

Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang.

Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai. Pada suatu hari, ketujuh putri itu sedang mandi di lubuk Sarang Umai.

Karena asyik berendam dan bersendau gurau, ketujuh putri itu tidak menyadari ada beberapa pasang mata yang sedang mengamati mereka, yang ternyata adalah Pangeran Empang Kuala dan para pengawalnya yang kebetulan lewat di daerah itu.

Mereka mengamati ketujuh putri tersebut dari balik semak-semak. Secara diam-diam, sang Pangeran terpesona melihat kecantikan salah satu putri yang tak lain adalah Putri Mayang Sari.

Tanpa disadari, Pangeran Empang Kuala bergumam lirih, “Gadis cantik di lubuk Umai....cantik di Umai. Ya, ya.....d'umai...d‘umai....” Kata-kata itu terus terucap dalam hati Pangeran Empang Kuala. Rupanya, sang Pangeran jatuh cinta kepada sang Putri.

Karena itu, sang Pangeran berniat untuk meminangnya. Beberapa hari kemudian, sang Pangeran mengirim utusan untuk meminang putri itu yang diketahuinya bernama Mayang Mengurai.

Utusan tersebut mengantarkan tepak sirih sebagai pinangan adat kebesaran raja kepada Keluarga Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Pinangan itu pun disambut oleh Ratu Cik Sima dengan kemuliaan adat yang berlaku di Kerajaan Seri Bunga Tanjung.

Sebagai balasan pinangan Pangeran Empang Kuala, Ratu Cik Sima pun menjunjung tinggi adat kerajaan yaitu mengisi pinang dan gambir pada combol paling besar di antara tujuh buah combol yang ada di dalam tepak itu.

Enam buah combol lainnya sengaja tak diisinya, sehingga tetap kosong. Adat ini melambangkan bahwa putri tertualah yang berhak menerima pinangan terlebih dahulu.

Mengetahui pinangan Pangerannya ditolak, utusan tersebut kembali menghadap kepada sang Pangeran. “Ampun Baginda Raja! Hamba tak ada maksud mengecewakan Tuan.

Keluarga Kerajaan Seri Bunga Tanjung belum bersedia menerima pinangan Tuan untuk memperistrikan Putri Mayang Mengurai.” Mendengar laporan itu, sang Raja pun naik pitam karena rasa malu yang amat sangat.

Sang Pangeran tak lagi peduli dengan adat yang berlaku di negeri Seri Bunga Tanjung. Amarah yang menguasai hatinya tak bisa dikendalikan lagi.

Sang Pangeran pun segera memerintahkan para panglima dan prajuritnya untuk menyerang Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Maka, pertempuran antara kedua kerajaan di pinggiran Selat Malaka itu tak dapat dielakkan lagi.

Di tengah berkecamuknya perang tersebut, Ratu Cik Sima segera melarikan ketujuh putrinya ke dalam hutan dan menyembunyikan mereka di dalam sebuah lubang yang beratapkan tanah dan terlindung oleh pepohonan.

Tak lupa pula sang Ratu membekali ketujuh putrinya makanan yang cukup untuk tiga bulan. Setelah itu, sang Ratu kembali ke kerajaan untuk mengadakan perlawanan terhadap pasukan Pangeran Empang Kuala.

Sudah 3 bulan berlalu, namun pertempuran antara kedua kerajaan itu tak kunjung usai. Setelah memasuki bulan keempat, pasukan Ratu Cik Sima semakin terdesak dan tak berdaya. Akhirnya, Negeri Seri Bunga Tanjung dihancurkan, rakyatnya banyak yang tewas.

Melihat negerinya hancur dan tak berdaya, Ratu Cik Sima segera meminta bantuan jin yang sedang bertapa di bukit Hulu Sungai Umai.

Pada suatu senja, pasukan Pangeran Empang Kuala sedang beristirahat di hilir Umai. Mereka berlindung di bawah pohon-pohon bakau. Namun, menjelang malam terjadi peristiwa yang sangat mengerikan.

Secara tiba-tiba mereka tertimpa beribu-ribu buah bakau yang jatuh dan menusuk ke badan para pasukan Pangeran Empang Kuala. Tak sampai separuh malam, pasukan Pangeran Empang Kaula dapat dilumpuhkan.

Pada saat pasukan Kerajaan Empang Kuala tak berdaya, datanglah utusan Ratu Cik Sima menghadap Pangeran Empang Kuala.

Melihat kedatangan utusan tersebut, sang Pangeran yang masih terduduk lemas menahan sakit langsung bertanya, “Hai orang Seri Bunga Tanjung, apa maksud kedatanganmu ini?”.

Sang Utusan menjawab, “Hamba datang untuk menyampaikan pesan Ratu Cik Sima agar Pangeran berkenan menghentikan peperangan ini. "Perbuatan kita ini telah merusakkan bumi sakti rantau bertuah dan menodai pesisir Seri Bunga Tanjung.

Siapa yang datang dengan niat buruk, malapetaka akan menimpa, sebaliknya siapa yang datang dengan niat baik ke negeri Seri Bunga Tanjung, akan sejahteralah hidupnya,” kata utusan Ratu Cik Sima menjelaskan.

Mendengar penjelasan utusan Ratu Cik Sima, sadarlah Pangeran Empang Kuala, bahwa dirinyalah yang memulai peperangan tersebut. Pangeran langsung memerintahkan pasukannya agar segera pulang ke Negeri Empang Kuala.

Keesokan harinya, Ratu Cik Sima bergegas mendatangi tempat persembunyian ketujuh putrinya di dalam hutan. Alangkah terkejutnya Ratu Cik Sima, karena ketujuh putrinya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Mereka mati karena haus dan lapar.

Ternyata Ratu Cik Sima lupa, kalau bekal yang disediakan hanya cukup untuk tiga bulan. Sedangkan perang antara Ratu Cik Sima dengan Pangeran Empang Kuala berlangsung sampai empat bulan. Akhirnya, karena tak kuat menahan kesedihan atas kematian ketujuh putrinya, maka Ratu Cik Sima pun jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia.


Sejak peristiwa itu, masyarakat Dumai meyakini bahwa nama kota Dumai diambil dari kata “d‘umai” yang selalu diucapkan Pangeran Empang Kuala ketika melihat kecantikan Putri Mayang Sari atau Mayang Mengurai.

Di Dumai juga bisa dijumpai situs bersejarah berupa pesanggarahan Putri Tujuh yang terletak di dalam komplek kilang minyak PT Pertamina Dumai.

Selain itu, ada beberapa nama tempat di kota Dumai yang diabadikan untuk mengenang peristiwa itu, di antaranya: kilang minyak milik Pertamina Dumai diberi nama Putri Tujuh; bukit hulu Sungai Umai tempat pertapaan Jin diberi nama Bukit Jin.

Kemudian lirik Tujuh Putri sampai sekarang dijadikan nyanyian pengiring Tari Pulai dan Asyik Mayang bagi para tabib saat mengobati orang sakit.

Tuesday, January 31, 2017

Sekarang Motor Yang Melewati Fly Over Pekanbaru Akan Ditilang !!!

Riau Berbagi - Mungkin sudah Banyak yang tahu tentang larangan pengendara bermotor roda 2 tidak boleh melintas di fly over. Tapi tahukah anda alasan diberlakukannya larangan itu ? kalau menurut anda untuk mengurangi kemacetan, anda salah. Alasan utama diberlakukannya pengalihan arus ini adalah sebagai antisipasi tingginya angka kecelakaan sepeda motor dijalur fly over pekanbaru.


 Source : riauimages.com
Tercatat ditahun 2016 total terjadi 1.340 kejadian Laka lantas di Provinsi Riau, dan pekanbaru menjadi wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi dibandingkan dengan 11 kabupaten kota lainnya se-Riau. - Pekanbaru.Tribunnew

Menurut kami pekanbaru menjadi wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di riau itu wajar karena pekanbaru adalah ibu kota provinsi, pertumbuhan ekonomi dan volume kendaraannya pasti lebih banyak ketimbang daerah lain di riau.

Apalagi banyaknya ibuk-ibuk bawak motor orang ugal-ugalan dipekanbaru sekarang dengan alasan kepepet atau mengejar waktu. "..."

kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, Rahmad Rahim di Pekanbaru yang kami kutip dari salah satu portal media online Riau mngatakan


 Source : daririau.com
" Flyover memang hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat (mobil). Selama roda dua ikut melintas, biasanya sering terjadi salip-menyalip antar kendaraan. Ini yang menyebabkan rawan kecelakaan, "

Berawal dari hal itu lah, keputusan untuk melakukan sosialisasi pelarangan motor melintasi fly over ditindak lanjuti. kesepakatan pelarangan kendaraan roda dua melintasi flyover karena alasan keselamatan sudah tercetus saat berlangsungnya Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Riau yang dihadiri Direktur Keselamatan Transportasi Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. - Potrenew

Jadi bagi anda yang sebelumnya sering melewati fly over dan tidak mentaati rambu larangan melintasi Fly Over seperti mimin ( jangan ditiru ) siap - siap lah akan ditilang pak polisi karena sesuai hasil rapat dari forum LLAJ mulai tanggal 1 Februari 2017 Setiap pengendara motor yang melewati fly over akan di TILANG !!


 Source : riauonline.co.id
Pengendara motor boleh melintasi fly over hanya di jam sibuk saja, yah walaupun boleh itu hanya untuk satu arah saja sih, bagi anda yang kurang mengeri maksudnya satu arah itu apa, begini maksudnya :

1. pengendara motor dari arah bandara SSQ atau MTQ yang mau kekota boleh melewati fly over dari jam 06.00 - 09.00 pagi tapi pengendara yang dari arah tugu zapin menuju MTQ tidak boleh melewati fly over, begitu maksudnya satu arah.

2. begitu juga pengendara yang dari arah tugu zapin menuju MTQ hanya boleh melintasi fly over dari jam 16.00 - 18.00 atau dari jam 4 sore sampai jam 6 sore, tapi pengendara motor yang dari MTQ atau Bandara SSQ yang mau menuju kekota tidak boleh melewati fly over. - siaganews

Pro dan Kontra Tentang Larangan Motor Melewati Fly Over Pekanbaru


 Source : aroundguides.com
Sebenarnya mimin adalah orang yang kontra dengan kebijakan larang melintasi fly over secara mimin masih mahasiswa dan belum mampu beli mobil :') jadi muter-muter pekanbaru yang panas ini masih pakai motor.

 Dengan tidak diperbolehkannya melewati fly over pasti akan menambah waktu tempuh karena di bawah fly over itu jalannya sempit belum lagi ada pembelokan U-turn dan persimpangan lampu merah.

Berikut beberapa wawancara pengendara motor yang kontra dari situs - situs portal berita online Riau:


 Source : pekanbaru.tribunnews.com
1. Menurut pengendara motor bernama Wino, larangan melintas roda dua di fly over justru menimbulkan permasalahan baru, yakni adanya kemacetan di bawahnya.

"Badan jalan di bawah fly over sempit. Belum lagi ada persimpangan di sana, sehingga jadi macet. Padahal Fly over kan dibangun untuk mengurai kemacetan,"

Dia menambahkan, larangan melintas dengan alasan kasus kecelakaaan menurutnya tidak mendasar.

"Kecelakaan itu terjadi di mana saja, dan banyak faktor seperti karena kelalaian dari pengemudi baik roda dua atau empat. Jadi jangan karena alasan angka kecelakaan tinggi, lantas kendaraan roda dua dilarang melintas," katanya. - tribunnews

Mimin ingin sedikit menambahkan, Berdasarkan berita yang dipublish di salah satu media berita online:



Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) Pada tahun 2016 di flyover merenggut dua korban jiwa dan satu orang lagi luka ringan. - Riauonline

Setelah mimin hitung, kecelakaan lalulintas di fly over pekanbaru 2016 bahkan kurang dari 1% total lakalantas provinsi Riau di tahun 2016 yaitu sebanyak 1.340 kecelakaan.

Baca juga : Batam Akan Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama Di Indonesia

2. Seorang warga bernama Wahyuni 35 tahun mengatakan sebaiknya pengendara roda dua tidak dilarang untuk menggunakan jembatan layang itu, karena merupakan salah satu ikon dari perkembangan Kota Pekanbaru.

"Kenapa dilarang ya kan. Padahal ini sudah menjadi ikon kota Pekanbaru"

Jika larangan dibuat untuk mengurangi angka kecelakaan, menurutnya kecelakaan terjadi karena pengendara roda dua yang tidak berhati-hati dan melanggar rambu-rambu lalu lintas.

"Kalau karena itu larangnya, itu kan sudah jelas-jelas ada rambu. Maksimal 30 kilometer kecepatan ya kan. Nah peringatan itu kenapa tidak dipatuhi," katanya. - riauonline

saya juga setuju sih dengan komentar mbak yang satu ini tapi, jangankan untuk mau mematuhi rambu-rambu lalu lintas, syarat untuk bisa berkendara di jalan raya saja tidak dipenuhi. coba kita lihat data bps pekanbaru tahun 2014 dibawah ini :


Disitu tertulis kendaraan motor baru yang terdaftar di Pekanbaru tahun 2014 sebanyak 1.058.132 unit, sedangkan SIM yang dikeluarkan hanyak sebanyak 36.458. Berarti hanya kurang dari 4% sekitar 30 ribu lebih motor baru yang memiliki izin berkendara di jalan pekanbaru tahun 2014.

jadi sedikit sulit bila hanya disuruh mentaati rambu-rambu seperti komentar ibu wahyuni diatas :')

3. kenapa kami tidak boleh melintas, inikan pembangunannya menggunakan uang rakyat. Seharusnya ada kesadaran sendiri dari pengendara motor dan mobil nya, karna bukan Cuma kesalahan sepeda motor saja kalau terjadi kecelakaan.” Kata salah satu warga yang sedang melintas kepada Haluanpos

Ya walaupun sulit untuk menerimanya kita tetap harus menerimanya, kan pemerintah membuat peraturan ini untuk kepentingan rakyat bersama juga.

Bagaimana bangsa lain mau menghormati bangsa kita kalau rakyatnya sendiri tidak mau menghormati pemerintahnya sendiri.

Begitulah sedikit pendapat kami para admin Riau Berbagi tentang peraturan baru fly over. Kalau anda ingin menyampaikan pendapat bisa menyampaikannya di kolom komentar dibawah dan jangan lupa juga untuk menshare artikel ini supaya teman-teman kita yang lain bisa tahu informasi ini dan juga bisa memberikan pendapatnya juga. ^_^
   

Wednesday, January 18, 2017

Resep Kerabu Nenas Khas Melayu

Riau Berbagi - Pada kali ini kami akan memberikan rahsia resep kuliner tradisional Kerabu Nenas yang merupakan salah satu masakan khas dari kampung melayu yang terkenal akan kelezatannya. Berikut kami paparkan Resep Kerabu Nenas Khas Melayu yang Menggugah Selera ini :


 Source : kisahdakomel92.blogspot.co.id

Bahan

  • 1 buah nenas
  • 1 buah mentimun
  • 10 biji cabe merah
  • 3 tangkai daun selasih
  • 1 tangkai daun kunyit
  • 2 sendok makan terasi
  • 2 sendok makan gula merah
  • Garam secukupnya

Cara Membuatnya

  • nenas dikupas, kemudian dimayang halus bersama timun
  • haluskan semua bumbu kemudian campurkan dengn nenas, kunyit dan daun selasih yang telah diiris halus, aduk sampai rata, siap disajikan

TIPS

  • Saya buang bahagian tengah timun kerana untuk mengelak dari kerabu saya jadi terlalu berair dan cepat basi
  • Boleh tambah bijan panggang atau kacang tanah tumbuk/kisar dalam kerabu ni untuk lebih rasa rangup dan lemak.
  • Hirisan halus bunga kantan juga sedap kalau ditambah bersama hirisan daun ketumbar
  • Kalau tak suka pedas, gantikan cili padi dengan cili merah hidup atau dua-dua sekali pun okay!!
 
Itulah resep Kerabu Nenas Khas Melayu yang bisa anda coba resepnya, cukup mudah bukan? selamat mencoba dan berkreasi sendiri dengan Resep Kerabu Nenas Khas Melayu ini dirumah. Selamat mencoba ^_^

Ayo share resep ini ke teman kamu yang lain …!! Mungkin resep ini bermanfaat bagi temanmu yang menyukai aneka masakan Nusantara. ^_^
  

Tuesday, January 17, 2017

Resep Acar Berampah Khas Melayu

Riau Berbagi - Pada kali ini kami akan memberikan rahsia resep kuliner tradisional Acar Berampah  yang merupakan salah satu masakan khas dari kampung melayu yang terkenal akan kelezatannya. Berikut kami paparkan Resep Acar Berampah Khas Melayu yang Menggugah Selera ini :


Source : azie-teratakindah.blogspot.co.id

Bahan

  • 2 buah mentimun
  • 2 buah wortel
  • 500 gram kacang panjang
  • 20 ulas bawang putih
  • 20 ulas bawang merah
  • 1 sendok makan biji sawi
  • 100 gram cabe rawit
  • ½ buah nyiur parut dan disangrai, lalu digiling halus
  • 5 sendok makan rempah kari
  • 1 gelas air

Bumbu Yang Dihaluskan

  • 100 gram cabe kering
  • 10 ulas bawang merah
  • 10 ulas bawang putih
  • 2 ruas halia
  • 2 ruas kunyit
  • 1 sendok makan cuka
  • Gula, garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara Membuatnya

  • Semua sayuran dipotong-potong kira-kira 2 cm, kemudian direndam dengan air garam selama 10 menit dan tiriskan, kemudian diisi ke dalam kain dan ditimpa dengan benda agak berat supaya air dalam sauran itu keluar.
  • Tumis bumbu sampai harum kemudian masukkan nio gula, rempah, air, kemudian masukkan bawang merah, bawang putih dan cabe, aduk sampai rata.
  • Setelah dingin baru diaduk dengan sayuran, siap disajikan
   
Itulah resep Acar Berampah Khas Melayu yang bisa anda coba resepnya, cukup mudah bukan? selamat mencoba dan berkreasi sendiri dengan Resep Acar Berampah Khas Melayu ini dirumah. Selamat mencoba ^_^

Ayo share resep ini ke teman kamu yang lain …!! Mungkin resep ini bermanfaat bagi temanmu yang menyukai aneka masakan Nusantara. ^_^
    

Resepi Acar Pulang Ari Khas Melayu

Riau Berbagi - Pada kali ini kami akan memberikan rahsia resep kuliner tradisional Acar Pulang Ari Khas yang merupakan salah satu masakan khas dari kampung melayu yang terkenal akan kelezatannya. Berikut kami paparkan Resep Acar Pulang Ari Khas Melayu yang Menggugah Selera ini :


 Source : resepkus.exe.bz

Bahan

  • 1 kg mentimun
  • 500 gram kacang panjang
  • 2 buah wortel
  • 2 ruas halia dimayang halus
  • 5 ulas bawang putih
  • 10 ulas bawang merah
  • 100 gram cabe rawit
  • ½ gelas minyak goring
  • 5 sendok makan cuka

Bumbu

  • 7 ulas bawang putih
  • 10 ulas bawang merah
  • 100 gram kemiri
  • 100 gram cabe kering
  • 250 gram garam
  • 2 ruas halia
  • Gula, garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara Membuatnya

  • Semua sayuran dibersihkan kemudian dipotong-potong
  • Rendam semua sayuran dengan air garam kira-kira 10 menit, kemudian tiriskan
  • Tumis bumbu sampai harum, masukkan cuka dan aduk sampai rata
  • Setelah dingin baru dicampur dengan sayuran.

Itulah resep Acar Pulang Ari Khas Melayu yang bisa anda coba resepnya, cukup mudah bukan? selamat mencoba dan berkreasi sendiri dengan Resep Acar Pulang Ari Khas Melayu ini dirumah. Selamat mencoba ^_^

Ayo share resep ini ke teman kamu yang lain …!! Mungkin resep ini bermanfaat bagi temanmu yang menyukai aneka masakan Nusantara. ^_^
   

Resep Dalca Khas Melayu

Riau Berbagi - Pada kali ini kami akan memberikan rahsia resep kuliner tradisional Dalca yang merupakan salah satu masakan khas dari kampung melayu yang terkenal akan kelezatannya. Berikut kami paparkan Resep Dalca Khas Melayu yang Menggugah Selera ini :


Source : kakinakl.com

Bahan

  • terong
  • buncis
  • kacang lendir
  • kacang dal
  • 7 biji belimbing wuluh
  • 2 biji wortel
  • 250 gram kentang
  • 250 gram kol
  • 10 batang cabe merah
  • 10 batang cabe hijau
  • 2 buah tomat
  • 500 gram tetelan yang sudah direbus
  • 2 buah nyiur, diparut lalu diperas dan dijadikan 4 mangkok santan
  • Minyak untuk menumis

Bumbu

  • 100 gram cabe kering
  • 20 ulas bawang merah
  • 10 ulas bawang putih
  • 250 gram rempah kari atau dalca
  • 3 ruas kunyit
  • 2 ruas jahe
  • Garam, penyedap rasa secukupnya

Cara Membuatnya

  • Semua sayur dibersihkan, lalu dipotong menurut selera
  • Tumis semua bumbu yang telah dihaluskan sampai harum
  • Masukkan rempah kari, tetelan, kentang, santan aduk rata, terakhir masukkan sayuran, garam dan penyedap rasa, masak sampai mendidih
  
Itulah resep Dalca yang bisa anda coba resep nya dirumah sehingga anda dan keluarga tercinta bisa menikmati makanan Dalca ini dirumah. Selamat mencoba ya. ^_^

Ayo share resep ini ke teman kamu yang lain …!! Mungkin resep ini bermanfaat bagi temanmu yang menyukai aneka masakan Nusantara. ^_^
  

Resep Pacri Nenas Khas Melayu

Riau Berbagi - Bila anda berkunjung kedaerah yang mayoritas bersuku melayu khususnya Riau jangan heran bila menemukan lauk makan yang berbahan nanas. mungkin anda mulai bertanya-tanya ya, apa enak buah nanas dimakan dengan nasi ?


 Source : mangcook.com
Makanan ini bila anda coba sangat menggugah selera loh, dengan citarasa yang unik apalagi bila dihadirkan dengan citarasa pedas yang pas, lengkap sudah rasa yang ada pada makanan enak ini.

Pacri Nanas atau masyarakat setempat menyebut dengan Pecili Nanas, Pajeri Nanas, Pacri Nenas dan Pajri Nanas ini merupakan masakan sedap yang menjadi ciri khas Melayu.

Uniknya lagi selain menjadi makanan kebanggaan, pacri nanas ini juga menjadi salah satu menu wajib yang harus ada diberbagai acara seperti pesta pernikahan, khitanan, atau aneka khajatan lainnya. Berikut kami paparkan Resep Ikan Pindang Khas Melayu yang Menggugah Selera ini :

Bahan

  • 1 buah nenas (tua atau masak)
  • 1 buah nyiur, diparut ambil santanya untuk 6 gelas
  • 2 sendok makan gula
  • 4 sendok makan rempah kari
  • 1 buah nyiur diparut disangrai lalu dihaluskan
  • Minyak untuk menumis

Bumbu Yang Dihaluskan

  • 100 gram cabe kering
  • 10 ulas bawang marah
  • 7 ulas bawang putih
  • 2 ruas kunyit
  • 2 ruas halia
  • Gula merah, garam dan penyedap rasa secukupnya

Bumbu

  • 7 kuntum cengkeh
  • 3 ruas kulit kayu manis
  • 1 biji buah pala
  • 2 biji kapulaga
 

Cara membuatnya

  • Nenas dikupas dan dipotong-potong
  • Rebus nenas sampai lembut, angkat dan tiriskan kemudian berikan 2 sendok makan gula, diamkan untuk beberapa menit
  • Panaskan minyak, masukkan bumbu dan tambah dengan bumbu yang dihaluskan, diaduk rata dan dimasak sampai berbau harum.
  • Masukkan nio gula, rempah kari, aduk hingga rata, kemudian masukkan santan, nenas, garam dan penyedap rasa
  • Masak sampai mendidih.

Selain memiliki rasa yang enak dan segar, pacri nanas juga dapat menjadi penawar makanan yang berlemak. Oleh karena itu kebanyakan bila ada sajian gulai kambing dan sebagainya yang sangat banyak lemaknya, maka wajib ada olahan makanan yang satu ini, karena bisa menetralkan makanan yang berlemak tadi.


Source : mangcook.com
Itulah resep Pacri Nenas Khas Melayu yang bisa anda coba resep nya dirumah, cukup mudah bukan? selamat mencoba dan berkreasi sendiri dengan Resep Pacri Nanas Khas Melayu ini dirumah. oh iya, untuk penggunaan cabai bila dirasa kurang pedas atau terlalu pedas bisa disesuaikan dengan selera ya. Selamat mencoba  ^_^

Ayo share resep ini ke teman kamu yang lain …!! Mungkin resep ini bermanfaat bagi temanmu yang menyukai aneka masakan Nusantara. ^_^